![]() |
| Foto PPGA Semeru/Channel WhatsApp Info Semeru |
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, khususnya warga dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Awan Panas Guguran susulan.
Dalam peringatannya, PPGA Semeru menyebutkan bahwa intensitas Awan Panas Guguran telah terjadi beberapa kali sejak pagi hari. Jalur luncuran yang menjadi perhatian utama berada di sektor tenggara, yakni sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat diminta selalu siaga karena potensi terjadinya awan panas susulan dapat muncul sewaktu-waktu.
Empat Kali Erupsi Tercatat dalam Laporan Aktivitas
Berdasarkan informasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada Kamis, 5 November 2026, tercatat beberapa kali erupsi yang disertai Awan Panas Guguran.
Erupsi pertama dalam laporan terjadi pada pukul 06.33 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah selatan serta barat daya.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 44 detik. Letusan disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur sekitar 3.000 meter dari puncak.
Aktivitas kembali terjadi pada pukul 08.43 WIB. Tinggi kolom abu kembali teramati sekitar 700 meter di atas puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah selatan serta barat daya.
Erupsi kedua ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 11 detik. Awan Panas Guguran meluncur sejauh kurang lebih 3.500 meter dari kawah puncak menuju sektor tenggara, tepatnya Besuk Kobokan.
Selanjutnya, pada pukul 09.24 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi. Kali ini tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak, dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas tebal yang condong ke arah selatan serta barat daya.
Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 31 mm dengan durasi sekitar 7 menit 27 detik. Awan Panas Guguran tercatat meluncur hingga kurang lebih 4.500 meter dari kawah puncak ke arah tenggara, sementara sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya.
Aktivitas erupsi kembali dilaporkan pada pukul 14.56 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.876 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 293 detik. Awan Panas Guguran dilaporkan meluncur sejauh sekitar 3.500 meter dengan arah tenggara.
Besuk Kobokan Menjadi Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Rentetan aktivitas Awan Panas Guguran tersebut menjadikan sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya kawasan Besuk Kobokan, sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.
Awan panas merupakan aliran material vulkanik bersuhu tinggi yang bergerak menuruni lereng dengan kecepatan tinggi. Material tersebut dapat membahayakan siapa pun yang berada di jalur luncurannya.
Selain ancaman awan panas, sebaran abu vulkanik yang mengarah ke selatan dan barat daya juga perlu diantisipasi oleh masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
PPGA Semeru mengimbau masyarakat agar tidak mendekati jalur luncuran awan panas, tidak melakukan aktivitas di kawasan berbahaya, serta selalu memperhatikan perkembangan informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api.
Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Peringatan
Dengan terjadinya beberapa kali erupsi dan Awan Panas Guguran yang mencapai jarak luncur sekitar 4,5 kilometer, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan tidak lengah.
Warga, penambang pasir, pengemudi kendaraan pengangkut material, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu di puncak Semeru diminta mengutamakan keselamatan dan segera menjauhi kawasan yang masuk jalur bahaya.
Potensi Awan Panas Guguran susulan sewaktu-waktu masih dapat terjadi. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan arahan petugas di lapangan.
Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Semeru dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan mendekati kawasan bencana hanya untuk menyaksikan atau merekam aktivitas erupsi.
